LA MURA, NPM. 815010073 (2019) TINJAUAN HUKUM KEKUATAN ALAT BUKTI DALAM MENGUNGKAP TINDAK PIDANA (Studi di Polsek Mawasangka). Other thesis, UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON.
Skripsi_ LA MURA.pdf
Download (1MB)
Abstract
LA MURA (NPM. 815010073) dengan judul “Tinjauan Hukum Kekuatan
Sidik Jari Sebagai Alat Bukti Dalam Mengungkap Tindak Pidana di Polsek
Mawasangka” dibawah bimbingan Bapak La Gurusi, S.H.,M.H. selaku pembimbing
I dan Bapak L.M. Ricard Zeldi Putra, S.H.,M.H. selaku pembimbing II.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan sidik jari sebagai alat
bukti dalam mengungkap tindak pidana di Polsek Mawasangka serta mengetahui
kendala-kendala dalam pengambilan sidik jari dalam mengungkap tindak pidana di
Polsek Mawasangka.
Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa kekuatan sidik jari sebagai alat
bukti dalam mengungkap tindak pidana di Polsek Mawasangka. Sidik jari sangat
penting untuk mencocokan sidik jari pelaku atau korban yang ada di tempat kejadian.
Mengenai sidik jari ini pihak kepolisian sangat terbantu karena sidik jari ini berfungsi
untuk mencari pelaku serta dapat juga mengindentifikasi secara terinci identitas
korban di tempat kejadian perkara. Akan tetapi, fungsi sidik jari ini tergolong masih
belum optimal dalam hal proses identifikasinya di tempat kejadian perkara. Ini
disebabkan struktur kondisi tempat kejadian yang sudah rusak atau tidak utuh
disebabkan beberapa faktor eksternal sehingga menyulitkan pihak penyidik
melakukan identifikasi sidik jari”. Sidik jari juga saling berkaitan dengan alat bukti
yang setelah atau sebelum dilakukannya oleh tempat kejadian perkara. Karena sidik
jari dapat menganalisis pelaku baik dari segi sinyal elemen yang terdiri dari bentuk
tubuh, bentuk muka, bentuk kepala, bentuk dahi, dan bentuk tubuh lainnya. Kendalakendala
dalam pengambilan sidik jari dalam mengungkap tindak pidana di Polsek
Mawasangka, disamping akurasi yang cukup juga terdapat kekurangan yaitu penyidik
identifikasi sidik jari tidak dapat melakukan proses identifikasi sebelum adanya
permintaan atau permohonan bantuan dari penyidik yang melakukan olah tempat
kejadian perkara diwilayah lainnya sehingga proses identifikasi dapat berjalan
lambat, bahwa setiap penanganan identifikasi sidik jari tidak terlepas dari beberapa
kendala yang dihadapi oleh penyidik kepolisian yang ada dilapangan, diantaranya
bahwa jika tidak ada saksi di tempat kejadian perkara tersebut maka proses
identifikasi atau daktiloskopi tidak dapat dilanjutkan sehingga efektifitas sidik jari ini
belum efektif.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sidik Jari, Alat Bukti, Tindak Pidana |
| Subjects: | FAKULTAS HUKUM > S1 Ilmu Hukum |
| Divisions: | S1 ILMU HUKUM |
| Depositing User: | Mr Pustakawan |
| Date Deposited: | 28 Apr 2026 02:49 |
| Last Modified: | 28 Apr 2026 02:49 |
| URI: | http://repository.umbuton.ac.id/id/eprint/109 |
